Bukan hal yang biasa kami lakukan tuk telusuri kota buat nonton kesenian tradisional, meski kami sering juga (dulu) nonton pagelaran wayang orang di Ngesti Pandowo Semarang, kami menonton pada tanggal 17 Mei 2008.
Pagelaran ini menceritakan tentang asal muasal dibangunnya sebuah candi yang sekarang kita kenal dengan nama Borobudur, pagelaran ini dibagi menjadi 4 episode, mulai dari keadaan carut marutnya masyarakat sampai akhirnya terwujud sebuah maha karya Borobudur dan dilaksanakan syukuran atas terwujudnya karya ini.
Meskipun pementasan ini terganggu oleh hujan, tapi tidak mengurangi minat kami tuk menontonnya (tadinya….habis udah terlanjur sampai disana wakakak….). Begitu kami memasuki hotel tempat dimana pagelaran ini dilaksanakan kami melihat siluet Borobudur yang pada puncak stupanya diberi backlight sehingga tampak sekali eksotis!, dan kami tidak sia-siakan tuk abadikan dengan camera (seadanya….)
Sayangnya pagelaran seperti ini kurang sekali promosi dari dinas pariwisata setempat, dan terlebih disayangkan lagi hanya dilaksanakan 3 kali sepanjang tahun ini.
Setelah selesai pagelaran tari ini, para penonton dipersilahkan untuk dapat berfoto bersama dengan para penari.